Jenazah Pelaku Bom Kampung Melayu Ditolak Warga

Loading...

Warga Kampung Ciranji RT 04 RW 05, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat menolak jenazah Ahmad Sukri (AS) terduga pelaku teror bom bunuh diri Kampung Melayu dikuburkan di Kampung halamannya. Sehingga, jenazah AS akan dimakamkan di Pondok Rangon, Jakarta, Senin (29/5).

Kepala Desa Sirnagalih, Andi Hermawan mengatakan, warga menolak jenazah Ahmad Sukri dikuburkan di Kampung Ciranji. Alasannya, yang bersangkutan adalah terduga pelaku bom bunuh diri di Kampung Melayu dan berkaitan dengan teroris.

“Tadi malam ada penolakan dari warga (AS) dimakamkan di sini. Jadi, besok, jenazah akan dikuburkan di Pondok Rangon, Jakarta. Saya bersama keluarga AS besok jam 6 akan ke Polres Cimahi terus berangkat ke Jakarta," ujarnya kepada Republika saat dihubungi, Ahad (28/5). Ia menuturkan, adanya penolakan dari warga dimaklumi oleh pihak keluarga.

Atas alasan itu, pihak keluarga pun tidak mempermasalahkan jika AS dikuburkan di Jakarta. Bahkan, keluarga terduga pelaku bom bunuh diri sudah setuju dimakamkan di Jakarta yang tertuang dalam surat pernyataan. "Keluarga juga sudah menyadari dan tidak apa-apa. Ini demi kondusifitas daerah dan alhamdulillah sudah dibuat pernyataan dikuburkan di Jakarta," katanya.

Tidak hanya itu, warga Kampung Ciranji pun sepakat menolak kehadiran istri AS di kampung tersebut. Bahkan, keluarga AS melalui pamannya mengatakan enggan bertemu dan menerima lagi istrinya sebab merasa terbebani dan malu.

Meski begitu, Andi mengimbau kepada warga untuk tidak berpikir terlalu jauh. Sebab saat ini yang menjadi prioritas dirinya adalah menemani pihak keluarga AS untuk datang ke pemakaman AS di Jakarta.

Dirinya mengaku kaget saat pertama kali mendengar AS adalah terduga pelaku bom bunuh diri Kampung Melayu beberapa waktu lalu. Ia mengatakan pernah bertemu dengan AS saat yang bersangkutan masih bujangan dengan karakter yang tertutup. "AS tertutup, jarang berkomunikasi soalnya jarang di Sirnagalih. Kaget juga," ungkapnya. (Rp)

Loading...
close
Loading...